PERBANDINGAN
DAN HUBUNGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK) DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
NO
|
PERBEDAAN
|
INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
|
TUJUAN PEMBELAJARAN
|
1
|
PENGERTIAN
|
Menurut
Standar Proses pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas)
Nomor 41 Tahun 2007, indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang
dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi
dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.Indikator
pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang
dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
|
Menurut
Standar Proses pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007, tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan
kompetensi dasar.
|
2
|
HUBUNGAN
DENGAN KD (KOMPETENSI DASAR)
|
Indikator
pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau
ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD).
|
Ini
berarti kemampuan yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran mencakup
kemampuan yang akan dicapai siswa selama proses belajar dan hasil akhir
belajar pada suatu kompetensi dasar (KD).
|
3
|
FUNGSI
DAN MANFAAT
|
Indikator berfungsi sebagai
berikut:
1. Pedoman
dalam mengembangkan materi pembelajaran.
2. Pedoman dalam mendesain kegiatan
pembelajaran.
3. Pedoman
dalam mengembangkan bahan ajar.
4. Pedoman dalam merancang dan
melaksanakan penilaian hasil belajar.
|
Upaya
merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi
guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat)
manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
1. Memudahkan dalam mengkomunikasikan
maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan
perbuatan belajarnya secara lebih mandiri
2. Memudahkan guru memilih dan
menyusun bahan ajar
3. Membantu memudahkan guru
menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran
4. Memudahkan guru mengadakan
penilaian.
|
4
|
HUBUNGAN
DALAM PROSES PEMBELAJARAN
|
1. Bersifat Generik
2. Dasar pembuatan alat penilaian
3. Menggambarkan hasil belajar
|
1. Menggambarkan proses dan hasil
belajar
2. Dasar pembuatan tugas dalam KBM
3. Bersifat kontekstual
|
5
|
TARGET KEMAMPUAN YANG AKAN
DICAPAI
|
indikator merupakan target
pencapaian kemampuan individu siswa
|
tujuan pembelajaran merupakan
target pencapaian kemampuan siswa secara kolektif
|
Baca juga
KABAR PENGANGKATAN GURU HONORER MENJADI PNS TAHUN 2021 (27 SEPTEMBER 2020)
KUMPULAN SOAL PPG SEMUA JURUSAN
KUMPULAN PEMBAHASAN SOAL PROFESIONAL FISIKA BAGIAN 1 DAN 2
ASESMEN/PENILAIAN DALAM MERDEKA BELAJAR KEMENDIKBUD 2020
SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIOLOGI SMA LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL GURU FISIKA LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL KOMPETENSI PPGJ GURU SD LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL PEDAGOGIK SOSIAL DAN KEPRIBADIAN SEMUA JURUSAN
RPP FISIKA DENGAN PENDEKATAN STEAM
SOAL PRETES PPGJ GURU BIOLOGI TINGKAT SMA FULLVERSION
SOAL PEDAGOGIK SOSIAL DAN KEPRIBADIAN SEMUA JURUSAN
SOAL PRETES PPGJ FISIKA
SOAL PRETES PEDAGOGIK GURU FISIKA SMA
SELEKSI PPGJ TAHUN 2020
SOAL UNBK FISIKA TAHUN 2019
Perangkat Pembelajaran Fisika kelas XII K13 Edisi Agustus 2019
Dupak Guru Online
Permendikbud tentang Linearitas Guru
Media Pembelajaran Fisika K13
Teknik Penilaian Fisika K13
Permendikbud tentang Beban Kerja Guru
SKP dan PKG Guru
1.) Ranah Kognitif
KUMPULAN SOAL PPG SEMUA JURUSAN
KUMPULAN PEMBAHASAN SOAL PROFESIONAL FISIKA BAGIAN 1 DAN 2
ASESMEN/PENILAIAN DALAM MERDEKA BELAJAR KEMENDIKBUD 2020
SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIOLOGI SMA LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL GURU FISIKA LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL KOMPETENSI PPGJ GURU SD LENGKAP DENGAN JAWABAN
SOAL PEDAGOGIK SOSIAL DAN KEPRIBADIAN SEMUA JURUSAN
RPP FISIKA DENGAN PENDEKATAN STEAM
SOAL PRETES PPGJ GURU BIOLOGI TINGKAT SMA FULLVERSION
SOAL PEDAGOGIK SOSIAL DAN KEPRIBADIAN SEMUA JURUSAN
SOAL PRETES PPGJ FISIKA
SOAL PRETES PEDAGOGIK GURU FISIKA SMA
SELEKSI PPGJ TAHUN 2020
SOAL UNBK FISIKA TAHUN 2019
Perangkat Pembelajaran Fisika kelas XII K13 Edisi Agustus 2019
Dupak Guru Online
Permendikbud tentang Linearitas Guru
Media Pembelajaran Fisika K13
Teknik Penilaian Fisika K13
Permendikbud tentang Beban Kerja Guru
SKP dan PKG Guru
PERBANDINGAN
DAN HUBUNGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK) DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
NO
|
PERSAMAAN
|
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
|
TUJUAN PEMBELAJARAN
|
1
|
HUBUNGAN DENGAN KD (KOMPETENSI
DASAR)
|
1. Mengacu kepada KD
2. Dirumuskan secara specifik (dengan
KKO) Ã Kata Kerja Operasional Taksonomi
Anderson
|
1. Mengacu kepada KD
2. Dirumuskan secara specifik (
Dengan KKO) Ã Kata Kerja Operasional
|
2
|
FUNGSI
|
persamaan dari indikator pencapaian kompetensi dan tujuan
pembelajaran adalah pada fungsi keduanya sebagai acuan arah proses dan hasil
pembelajaran.
|
persamaan dari indikator dan tujuan pembelajaran adalah
pada fungsi keduanya sebagai acuan arah proses dan hasil pembelajaran.
|
1.) Ranah Kognitif
(ANDERSON,
L.W. dan Krathwohl, D.R. : 2001)
Taksonomi
Bloom Lama
|
C1
(Pengrtahuan)
|
C2
(Pemahaman)
|
C3
(Aplikasi)
|
C4
(Analisis)
|
C5
(Sintesis)
|
C6
(Evaluasi)
|
Taksonomi
Bloom Revisi
|
C1
(Mengingat)
|
C2
(Memahami)
|
C3
(Mengaplikasikan)
|
C4
(Menganalisis)
|
C5
(Mengevaluasi)
|
C6
(Mencipta)
|
Mengingat
(remember)
|
Memahami
(Understad)
|
Mengaplikasikan
Apply)
|
Menganalisis
(Analyze)
|
Mengevaluasi
(Evaluate)
|
Mencipta
(Create)
|
Mengutip
Menebitkan
Menjelaskan
Memasagkan
Membaca
Menamai
Meninjau
Mentabulasi
Memberi kode
Menulis
Menytakan
Menunjukkan
Mendaftar
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Menghafal
Mencatat
Meniru
|
Memperkirakan
Menceritajan
Merinci
Megubah
Memperluas
Menjabarkan
Mnconthkan
Mengemukakan
Menggali
Mengubah
Menghitung
Menguraikan
Mempertahankan
Mngartikan
Menerangkan
Menafsirkan
Memprediksi
Melaporkan
membedakan
|
Mengaskan
Meentukan
Menerapkan
Memodifikasi
Membangun
Mencegah
Melatih
Menyelidiki
Memroes
Memecahkan
Melakukan
Mensimulasikan
Mengurutkan
Membiasakan
Mengklasifikasi
Menyesuaikan
Menjalankan
Mengoperasikan
Meramalkan
|
Memecahkan
Menegaskan
Meganalisis
Menimpulkan
Menjelajah
Mengaitkan
Mentransfer
Mengedit
Menemukan
Menyeleksi
Mengoreksi
Mendeteksi
Menelaah
Mengukur
Membangunkan
Merasionalkan
Mendiagnosis
Memfokuskan
Memadukan
|
Membandingkan
Menilai
Mengarahkan
Mengukur
Meangkum
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan
Mengkritik
Mengarahkan
Memutukan
Memisahkan
Menimbang
|
Mengumpulkan
Mengatur
Erancang
Membuat
Merearasi
Memperjelas
Mengarang
Menyususn
Mengode
Mengkombinasikan
Memfasilitasi
Mengkonstruksi
Merumuskan
Menghubungkan
Menciptakan
menampilkan
|
2.) Ranah Afektif
A1
Menerima
|
A2
Merspon
|
A3
Menghargai
|
A4
Mngorganisaikan
|
A5
Karakterisasi Menurut Nilai
|
Mengikuti
Menganut
Mematuhi
Meminati
|
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Melaporkan
Memilih
Menampilkan
Menyetujui
Mengatakan
|
Mengasumsikan
Meyakinkan
Memperjelas
Menekankan
Menyumbang
Mengimani
|
Mengubah
Menata
Membangun
Membentuk
pendapat
Memadukan
Mengelola
Merembuk
Menegoisasi
|
Membiasakan
Mengubah
perilaku
Berakhlak
mulia
Melayani
Membuktikan
Memecahkan
|
3.) Ranah Psikomotorik
P1
Meniru
|
P2
Manipulasi
|
P3
Presisi
|
P4
Artikulasi
|
P5
Naturalisasi
|
Menyalin
Mengikuti
Mereplikasi
Mengulangi
Mematuhi
|
Kembali
membuat
Membangun
Melakukan
Melaksanakan
Menerapkan
|
Menunjukkan
Melengapi
Menyempurnakan
Mengkalibrasi
Mengendalikan
|
Membangun
Mengatasi
Menggabungkan
Beradaptasi
Memodifikasi
Merumuskan
|
Mendesain
Menentukan
Mengelola
|
ANALISIS
Persamaan indikator dan tujuan
pembelajaran.
Disini terdapat dua persamaan berdasarkan hasil diskusi kami dimana persamaan
yang pertama merujuk kepada hubungan terhadap KD (Kompetensi Dasar) dimana
keduanya sama-sama mengacu pada KD (Kompetensi Dasar) dan dirumuskan secara
spesifik. Kemudian yang kedua merujuk pada pengertiannya, tujuan pembelajaran
mencerminkan arah yang akan dituju selama pembelajaran berlangsung. Dengan
demikian arah proses pembelajaran harus mengacu pada tujuan pembelajaran.
Dengan demikian persamaan dari indikator dan tujuan pembelajaran adalah pada
fungsi keduanya sebagai acuan arah proses dan hasil pembelajaran.
Perbedaan antara indikator dan
tujuan pembelajaran dapat diberikan melalui uraian berikut. Dalam pembelajaran, setiap siswa
akan diukur pencapaian kompetensinya. Dimana berdasarkan diskusi perbedaan umum
dari keduanya ialah indikator
pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau
ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD)
atau indikator merupakan target
pencapaian kemampuan individu siswa. Sedangkan tujuan pembelajaran merupakan kemampuan yang
dirumuskan dalam tujuan pembelajaran mencakup kemampuan yang akan dicapai siswa
selama proses belajar dan hasil akhir belajar pada suatu kompetensi dasar (KD)
atau tujuan pembelajaran merupakan
target pencapaian kemampuan siswa secara kolektif
Indikator Pencapaian Kompetensi dan
Tujuan Pembelajaran
1.
Apa yang dimaksud dengan indikator pencapaian kompetensi?
Menurut Standar Proses pada Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional (Permendiknas) Nomor 41 Tahun 2007, indikator pencapaian kompetensi
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran.Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata
kerja operasional yang dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan
keterampilan. Ini berarti indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan
kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar (KD). Dengan demikian indikator pencapaian
kompetensi merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD. Hal ini sesuai dengan
maksud bahwa indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
2. Apa yang dimaksud dengan tujuan
pembelajaran?
Menurut
Standar Proses pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007, tujuan pembelajaran
menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai
oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Ini berarti kemampuan
yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran mencakup kemampuan yang akan dicapai
siswa selama proses belajar dan hasil akhir belajar pada suatu KD.Tujuan pembelajaran harus memuat ABCD (Audience, behavioristik, Competensi dan Degree/audiensi, perubahan tingkah laku, kompetensi dan persetujuan yang diharapkan)
3.
Apa persamaan indikator pencapaian kompetensi dengan tujuan pembelajaran?
Merujuk
pada pengertiannya, tujuan pembelajaran mencerminkan arah yang akan dituju
selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian arah proses pembelajaran harus
mengacu pada tujuan pembelajaran. Namun perlu diingat pula bahwa proses
pembelajaran dikelola dalam rangka memfasilitasi siswa agar dapat mencapai
kompetensi dasar. Pencapaian itu diukur dengan tolok ukur kemampuan yang
dirumuskan dalam indikator pencapaian kompetensi. Agar kegiatan memfasilitasi
berhasil optimal maka arah pembelajaran hendaknya mengacu pada indikator
pencapaian kompetensi. Dengan demikian persamaan dari indikator pencapaian
kompetensi dan tujuan pembelajaran adalah pada fungsi keduanya sebagai acuan
arah proses dan hasil pembelajaran.
4.
Apa perbedaan indikator pencapaian kompetensi dengan tujuan pembelajaran?
Dalam
pembelajaran, setiap siswa akan diukur pencapaian kompetensinya. Bagi siswa
yang pencapaian kompetensinya belum mencapai kriteria yang ditetapkan (kriteria
itu populer dengan nama KKM atau Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal) maka ia
akan mendapat pelayanan pembelajaran remidi untuk memperbaiki kemampuannya yang
didahului dengan analisis kesulitan atau kelemahannya dan diakhiri dengan
penilaian kemajuan belajarnya. Mengingat bahwa tolok ukur yang digunakan dalam
pengukuran itu adalah kemampuan pada indikator pencapaian kompetensi maka dapat
diartikan bahwa indikator pencapaian kompetensi merupakan target kemampuan yang
harus dikuasai siswa secara individu atau dengan kata lain bahwa indikator
pencapaian kompetensi adalah target pencapaian kemampuan individu siswa.
Merujuk
pada pengertiannya, maka tujuan pembelajaran adalah gambaran dari proses
dan hasil belajar yang akan diraih selama pembelajaran berlangsung. Ini
berarti tujuan pembelajaran adalah target kemampuan yang akan dicapai oleh
seluruh siswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbedaan dari
indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran adalah bahwa kemampuan
yang dirumuskan pada indikator pencapaian kompetensi merupakan target
pencapaian kemampuan individu siswa sedangkan kemampuan yang dirumuskan pada
tujuan pembelajaran merupakan target pencapaian kemampuan siswa secara
kolektif.
5.
Apakah rumusan kemampuan pada tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian
kompetensi selalu sama ataukah dapat berbeda?
Dengan
mencermati persamaan dan perbedaan dari indikator pencapaian kompetensi dan
tujuan pembelajaran, dapat terjadi keseluruhan rumusan kemampuan pada tujuan
pembelajaran sama dengan keseluruhan rumusan kemampuan pada indikator
pencapaian kompetensi. Namun dapat pula terjadi sebagian rumusan tujuan
pembelajaran tidak sama dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
Mengapa?.
Merujuk
pada pengertian indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur dalam
penilaian dan tujuan pembelajaran yang menggambarkan proses dan hasil belajar,
maka dapat terjadi kemampuan yang akan diraih siswa selama pembelajaran
berlangsung targetnya sama dengan kemampuan tolok ukur. Jika ini yang terjadi
berarti keseluruhan rumusan tujuan pembelajaran sama dengan keseluruhan rumusan
indikator pencapaian kompetensi. Dapat pula terjadi target pencapaian kemampuan
selama pembelajaran berlangsung tidak sama persis dengan kemampuan tolok ukur.
Hal itu disebabkan antara lain diperlukannya proses belajar pendukung agar
siswa dapat mencapai kemampuan tolok ukur dengan baik. Dalam hal ini maka
keseluruhan rumusan tujuan pembelajaran tidak sama persis dengan keseluruhan
rumusan indikator pencapaian kompetensi, karena ada tujuan pembelajaran lain
yang mendukung.
Untuk
melengkapi pembahasan di atas, berikut ini diberikan ilustrasi persamaan dan
perbedaan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
- Misalkan dipilih KD 3.1 Kelas VIII, yaitu ”menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang sisi-sisi segitiga siku-siku”. Misalkan dikembangkan 2 indikator pencapaian kompetensi pada KD 3.1, yaitu siswa mampu: (a) menuliskan teorema Pythagoras, (b) menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku dengan Teorema Pythagoras. Posisi indikator (a) adalah indikator pendukung atau jembatan yaitu indikator yang tuntutan kemampuannya harus ditunjukkan sebelum kemampun yang dituntut KD-nya dicapai. Posisi indikator (b) adalah sebagai indikator kunci. Indikator kunci adalah penanda pencapaian suatu KD dengan target minimal. Tuntutan kemampuan pada indikator kunci mewakili tuntutan kemampuan KD-nya.
- Untuk mengukur pencapaian kemampuan dengan tolok ukur indikator (a) maka perlu dilakukan penilaian dengan cara antara lain memberikan kepada siswa beberapa gambar segitiga siku-siku kemudian meminta siswa menuliskan Teorema Pythagoras yang berlaku pada gambar segitiga-segitiga tersebut. Untuk mengukur pencapaian kemampuan melalui indikator (b) maka perlu dilakukan penilaian dengan cara antara lain memberikan kepada siswa beberapa segitiga siku-siku yang sebagian sisinya sudah diketahui panjangnya, selanjutnya siswa diminta menghitung panjang sisi segitiga siku-siku yang panjangnya belum diketahui. Penilaian dilakukan setelah guru memfasilitasi pembelajaran yang relevan.
- Pada proses pembelajaran, mengingat bahwa di Kelas VII maupun di Sekolah Dasar (SD) siswa belum pernah belajar tentang Teorema Pythagoras maka guru perlu memfasilitasi siswa agar terlebih dahulu belajar ’menemukan’ Teorema Pythagoras. Setelah itu siswa diminta menjelaskan apa yang ditemukan, diikuti dengan berlatih menuliskan Teorema Pythagoras pada beberapa segitiga siku-siku. Nama dan posisi gambar segitiga-segitiga siku-siku yang diberikan kepada siswa hendaknya bervariasi. Berikutnya siswa berlatih menerapkan Teorema Pythagoras untuk menghitung panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga siku-siku. Segitiga siku-siku yang diberikan kepada siswa hendaknya dengan berbagai nama dan posisi gambar, dikemas sendiri-sendiri dan terintegrasi dalam gambar segitiga lancip atau segitiga tumpul. Untuk kepentingan itu maka perlu dirumuskan 3 tujuan pembelajaran yaitu setelah mengikuti pembelajaran diharapkan siswa mampu: (a) menemukan Teorema Pythagoras , (b) menuliskan teorema Pythagoras dan (c) menentukan panjang sisi segitiga siku-siku dengan Teorema Pythagoras.
- Untuk mencapai tujuan (a) dan (b) guru antara lain dapat meminta siswa agar bekerja dalam kelompok yang difasilitasi alat peraga atau LKS dan mempresentasikan hasil ’temuannya’ kemudian berlatih menuliskan Teorema Pythagoras yang berlaku pada segitiga-segitiga siku-siku dalam berbagai nama dan posisi gambar. Untuk mencapai tujuan (c) siswa dapat difasilitasi belajarnya secara individual, kelompok atau klasikal, tergantung strategi pembelajaran yang dipilih guru.
- Mengapa rumusan tujuan (a) tidak ada pada rumusan indikator pencapaian kompetensi? Menemukan Teorema Pythagoras adalah target pencapaian kemampuan secara kolektif, bukan individu. Kecuali itu kemampuan menemukan Teorema Pythagoras itu mencerminkan kemampuan dalam proses, belum sebagai hasil belajar, sehingga walaupun dikembangkan tujuan pembelajaran (a) namun tidak perlu tujuan pembelajaran (a) itu tercermin pada indikator pencapaian kompetensi.
- Mengapa rumusan tujuan pembelajaran (b) sama dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi (a)? Target hasil belajar sesuai KD 3.1 adalah siswa mampu menggunakan Teorema Pythagoras untuk menghitung panjang sisi-sisi segitiga siku-siku. Kemampuan itu akan dicapai dengan baik oleh siswa bila mereka benar-benar paham apa yang dimaksud dengan Teorema Pythagoras yang ditunjukkan dengan mampu menuliskan Teorema Pythagoras pada berbagai nama dan posisi gambar segitiga siku-siku. Jadi, menuliskan Teorema Pythagoras pada berbagai nama dan posisi gambar segitiga siku-siku merupakan hasil belajar yang seharusnya dikuasai setiap siswa. Bila kita tidak yakin bahwa secara individu sebagian besar siswa mampu memahami maksud Teorema Pythagoras, sehingga mampu menuliskan Teorema Pythagoras pada berbagai nama dan posisi gambar segitiga siku-siku, maka kita perlu menuliskannya sebagai indikator pencapaian kompetensi. Posisi indikator tersebut sebagai indikator pendukung atau jembatan. Karena dirumuskan sebagai indikator, berarti menjadi tolok ukur pencapaian kemampuan siswa secara individu, sehingga setiap siswa harus diukur pencapaian kemampuannya pada indikator itu. Dalam hal ini maka perlu dikembangkan tujuan pembelajaran yang sesuai atau searah dengan indikatornya. Oleh karenanya tujuan pembelajaran (b) sama dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi (a).
- Mengapa rumusan tujuan pembelajaran (c) sama dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi (b)? Karena target hasil belajar pada KD 3.1 adalah siswa mampu menggunakan Teorema Pythagoras untuk menghitung panjang sisi-sisi segitiga siku-siku maka pada indikator pencapaian kompetensi harus dirumuskan kemampuan itu. Dalam hal ini maka perlu dikembangkan tujuan pembelajaran yang sesuai atau searah dengan indikatornya. Oleh karenanya tujuan pembelajaran (c) sama dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi (b).
6.
Bagaimana ruang lingkup kemampuan yang dirumuskan pada tujuan pembelajaran dan
indikator pencapaian kompetensi?
Mengingat
tujuan pembelajaran merupakan target pencapaian kolektif, maka rumusannya dapat
dipengaruhi oleh desain kegiatan dan strategi pembelajaran yang disusun guru
untuk siswanya. Sementara rumusan indikator pencapaian kompetensi tidak
terpengaruh oleh apapun desain atau strategi kegiatan pembelajaran yang disusun
guru karena rumusannya lebih bergantung kepada karakteristik KD yang akan
dicapai siswa. Perlu diingat pula bahwa indikator pencapaian kompetensi menjadi
acuan penilaian, yaitu sebagai tolok ukur pencapaian KD, sehingga tujuan
pembelajaran harus searah dengan tolok ukurnya dan hendaknya dapat
memfasilitasi siswa agar dapat mencapai kemampuan yang dirumuskan oleh tolok
ukurnya. Dengan demikian berarti ruang lingkup kemampuan pada tujuan pembelajaran
dapat lebih luas atau sama dengan ruang lingkup kemampuan pada indikator
pencapaian kompetensi. Hal itu sesuai dengan target kemampuan yang akan dicapai
pada tujuan pembelajaran, yaitu mencakup proses dan hasil belajar, sementara
target kemampuan pada indikator pencapaian kompetensi adalah target hasil
belajar. Dan tidak logis bila ruang lingkup kemampuan pada tujuan pembelajaran
lebih sempit dari ruang lingkup kemampuan pada indikator pencapaian kompetensi.
Mengapa? Bila ruang lingkup kemampuan pada tujuan pembelajaran lebih sempit
dari ruang lingkup kemampuan pada indikator pencapaian kompetensi, maka proses
fasilitasi pembelajaran cenderung tidak lengkap atau tidak memadai untuk
mengantarkan siswa mampu mencapai kemampuan sesuai tolok ukur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda