STEAM adalah salah satu pendekatan pembelajaran layaknya Pendekatan saintifik.
STEAM disingkat dari Sains Teknologi Enginering dan Arts Matematika. Pendekatan
ini merupakan pemanfaatan sains, teknologi, mesin dan seni matematika dalam
pembelajaran. Pendekatan ini sudah lama diterapkan di negara Amerika serikat
terhitung sejak tahun 2001. Di Indonesia, pendekatan ini baru saja dipopulerkan
oleh kemendikbud melalui pengembangan integrasi STEAM pada Kurikulum K13,
tujuannya adalah agar level berpikir metakognitif dapat dicapai oleh peserta
didik. Pendekatan ini termasuk baru dikalangan bapak dan ibu guru. Penulis
sendiri penasaran dengan pendekatan ini. Pertama sekali mendengar yang muncul
dibenak saya adalah bagaimana penerapan pendekatan ini dalam kegiatan
pembelajaran. Steam hanya muncul dalam langkah pembelajaran yang sifatnya lebih
tersirat. Untuk guru fisika pendekatan ini bukanlah hal yang baru, karena pada
dasarnya fisika telah menggunakan seluruh komponen steam dalam langkah
pembelajarannya. Sifat yang perlu barangkali dikuatkan kembali adalah setiap
pembelajaran menghasilkan produk agar sesuai dengan pendekatan ini.
BACA JUGA Asesmen/Penilaian Dalam Merdeka Belajar Kemendikbud 2020
BACA JUGA Asesmen/Penilaian Dalam Merdeka Belajar Kemendikbud 2020
Untuk perangkat pembelajaran saya, sudah hampir 80% mengandung pendekatan ini. Hal mana soal-saol penilaian harian setiap kompetensi pembelajaran telah dirancang dari level LOTS sampai dengan level HOTS.
Untuk itu penulis tertarik untuk mencoba merancang pembelajaran
menggunakan pendekatan ini. Tentu saja saya menyadari banyak kekurangan dari
hasil yang saya buat, yang dapat kita diskusikan demi perbaikan kedepannya.
Berikut
contoh RPP fisika yang dikembangkan dengan pendekatan Steam lengkap dengan
media pembelajaran berbentuk PPT dan Vidio pembelajaran. Semoga
bermanfaat.Silakan kirim komentar dan masukannya.